Bagaimana berita bisnis seharusnya dimuat

Kreativitas dalam menulis artikel merupakan hal yang esensial. Sering sebuah artikel mengangkat fenomena yang terjadi. Fenomena tersebut, sebagai bahan baku penulisan, bisa menarik bisa jadi biasa saja namun penting dibagikan. Dengan kreativitas, fenomena seperti apapun bisa dikemas secara menarik dan memberikan impact berikut insight yang bagus bagi pembacanya. Aturan ini berlaku juga untuk berita-berita bisnis terkini.

Untuk menghasilkan tulisan yang kreatif, diperlukan kepekaan dan jam terbang, menurut salah satu rubrik media bisnis. Sama seperti bidang-bidang lain, skill tersebut hanya bisa didapat dengan pengalaman dan latihan terus menerus. Seorang penulis berita bisnis tentu akan berinteraksi dengan para pelaku bisnis seperti investor, pengusaha, bankir, ekonom, akademisi, hingga pemerintah dan masyarakat biasa. Interaksi-interaksi seperti ini yang bisa mencetuskan kreativitas penulisan. Tak hanya bagi berita bisnis, penulisan-penulisan artikel lain pun demikian.

Satu hal yang membedakan berita bisnis dengan berita pada umumnya adalah kemampuan tambahan yang harus dimiliki penulisnya. Yakni, pengetahuan dalam soal ekonomi. Membaca laporan keuangan perusahaan tentu menjadi sebuah keahlian wajib yang diperlukan agar dapat mengendus lebih awal bahan berita. Sensitivitas atas isu-isu global dan makroekonomi serta pengaruhnya terhadap skala paling kecil seperti kegiatan jual beli di pasar tradisional harus bisa menjadi perhatian penulis berita-berita bisnis. Apalagi, berita bisnis juga sebenarnya memiliki “tugas” yakni memberikan inspirasi bagi pembacanya yang berjiwa wirausaha. Di sini, penulis berita bisnis tidak hanya perlu mengamati, tapi juga mengolah dan mempelajari apa-apa saja yang membuat seorang pengusaha sukses dan tidak kalah pentingnya, membuat sebuah usaha tidak sukses.

Karena posisinya yang menjadi “sumber ide”, penulis berita bisnis harus menyajikan berbagai sudut pandang yang mungkin bisa dieksplorasi pembacanya untuk menelurkan ide. Dalam setiap permasalah ekonomi, penulis artikel bisnis perlu menyampaikan sorotan dari berbagai bidang agar pembaca bisa memperoleh gambaran penuh dan justru tidak kebingungan atau kewalahan dalam menghadapi kabar bisnis yang tidak selalu bagus. Seringkali ekonomi dunia terguncang karena mental pelaku pasar, yang mayoritas diisi oleh masyarakat awam, memiliki sentimen-sentimen negatif dan pesimistis terhadap pasar hingga melahirkan tindakan-tindakan irasional beramai-ramai.

Media bisnis seperti media pada umumnya, memiliki tugas memberitahu dan menerangkan masyarakat. Melalui media, masyarakat diharapkan tahu apa yang sedang terjadi dan “terang” supaya tahu atau punya ide mengenai apa yang masyarakat perlu lakukan menghadapi situasi itu. Berita-berita bisnis, selain sekedar menyampaikan apa yang baru saja terjadi, harus bisa menambah penerangan terhadap kejadian tersebut. Bayangkan jika berita bisnis hanya memuat berita seputar naik turunnya IHSG –yang sebenarnya bisa dilakukan oleh komputer saja– tanpa ada gambaran tambahan mengenai apa yang terjadi, insight apakah yang bisa didapat dari para pelaku bisnis?